IEC, Los Angeles IEC, Sacramento IEC, San Francisco IEC, San Jose IEC, San Diego Sinode Home Page
Choose Category
if you'd like to submit articles please forward them to iec_web@gii-usa.org
Categories:
  1. Recent Articles
  2. About Love
  3. Agape Article
  4. Apologetics
  5. Bible Study (Galatia)
  6. Biography
  7. Book Resensi
  8. Christian Ethics
  9. Christian Humor
  10. Christian Life
  11. Family
  12. Leadership
  13. Mission Testimony
  14. Refleksion
  15. Social Issues
  16. Testimony
  17. The Superman Shepherds
  18. World Religion
EMSI Online
dots
ornate
heading_articles
Articles Christian Life
Mencari Kehendak Tuhan Di Dalam Kehidupan Kita
Author: Fairlyn Soetojo
Posted on: 2011-11-05 22:08:26
oleh Pdt. Jonathan Lowidjaja
January 2, 2011

Yakobus 4: 13-17
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Ketika kita memasuki tahun baru, ada beberapa orang yang bertanya, “Apakah yang akan terjadi di tahun baru ini?”. Ada yang mempunyai perasaan bahwa tahun baru ini akan semakin baik daripada tahun lalu. Namun juga ada yang merasa bahwa tahun baru ini akan sama susahnya dengan tahun lalu. Tetapi paling tidak, setiap orang mempunyai pengharapan semoga tahun baru ini akan membaik di bidang pekerjaan, keuangan, study, atau sebagainya. Maka dari itu, biasanya manusia mulai bikin rencana bagaimana untuk menjadi semakin baik. Sebaliknya, orang yang gagal adalah orang yang gagal membuat rencana karena belum belum udah pesimis, sehingga merasa percuma membuat rencana. Nah, rencana seperti apakah yang dimaksud oleh Yakobus 4: 13-17?

Ada 2 macam orang Kristen: 1) Orang Kristen yang sekuler (ayat 13). Kenapa saya sebut orang Kristen yang sekuler? Karena orang ini melakukan religious activities tetapi tidak mengundang Tuhan untuk hadir di setiap segi kehidupan pribadinya. Jika kita melihat background dari Yakobus ini, kita akan mengerti bahwa kitab Yakobus ini ditulis untuk orang2 Kristen businessman bahkan mungkin juga orang kaya, yang melayani Tuhan, tiap minggu ke gereja, tetapi sayang tetap mereka hidup di dalam hawa nafsu (baca judul di fasal 4: “Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia”, kemudian judul di fasal 5: “Peringatan kepada orang kaya”) Ketika mereka membuat rencana untuk memperlebar bisnis mereka, mereka tidak tanya Tuhan terlebih dahulu. Saya percaya mereka pasti orang pintar dengan berpendidikan tinggi, mungkin juga punya banyak pengalaman di dalam bisnis. Mereka ke gereja, pelayanan, ikut persekutuan doa, tetapi sayangnya pikiran mereka bergantung pada bijaksana diri, bukan bijaksana yang dari atas. Amsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Maka, hati2lah supaya jangan jadi Kristen sekuler karena di ayat 14, Yakobus memberikan argument bahwa engkau tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Orang sekuler seperti ini tidak menyadari bahwa Tuhanlah yang mengontrol hari esok. Ingat tentang perumpamaan orang kaya yang bodoh? Baca Lukas 12:13-21 “Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.Ia bert anya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Perhatikan firman Allah berkata pada si kaya: “Hai engkau orang bodoh!”. Saya yakin Tuhan Yesus tidak bermaksud bahwa dia ini bodoh secara IQ, tetapi bodoh karena dia tidak mengerti bahwa hidupnya itu singkat. Apa artinya kumpulkan kekayaan?

2) Orang Kristen yang saleh (ayat 15). Yakobus memberikan suatu ringkasan mengenai bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang Kristen. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Type orang Kristen yang sekuler: bikin rencana yang matang baru berbuat Type orang Kristen yang saleh: kalo Tuhan menghendaki - kita baru berbuat, kalo bukan kehendah Tuhan – kita berhenti. Yakobus menekankan hal yang sangat penting bahwa hidup kita harus focus pada kehendak Tuhan, bukan kehendak kita secara pribadi. Kita harus menundukkan diri kita pada kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu bukan cuman applicable pada perkara2 yang besar2 saja, tetapi Yakobus menekankan bahwa kepada setiap individu yang mau bikin rencana, ingat bahwa kehendak Tuhan itu applicable di dalam kehidupan kita sekecil-kecilnya misalnya mau cari bekerja di mana, mau buka bisnis apa, mau sekolah dimana, mau cari tempat tinggal, mau vacation ke mana, dan sebagainya. Contoh:

* 1 Korintus 4: 19 “Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka” à Ketika Paulus ingin berkunjung pun, beliau menyebutkan kalau Tuhan menghendakinya.
* Kisah Para Rasul 18:21 “Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” àRasul Paulus berbicara kepada penatua2 di Efesus, beliau selalu berbalik kepada kehendak Tuhan. Ini contoh dimana Rasul Paulus selalu menaruh kehendak Tuhan sebagai titik pusat dalam hidupnya.
* Jika bukan kehendak Tuhan, meskipun kita sudah setengah jalan, Tuhan akan menyetop kita.Kisah Para Rasul 16:7 “Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.”
Di sini Yakobus benar-benar menekankan bahwa ada kehendak Tuhan dalam setiap individual. Kita tidak boleh bertindak sendiri menurut kebijaksanaan kita. Bagaimana caranya hidup mengerti kehendak Tuhan?
Efesus 5: 17-18 “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” Sulit-sulit gampang, gampang-gampang sulit! Cara membedakannya:
Orang Kristen sekuler à hidup dipenuhi hawa nafsu duniawi Orang Kristen saleh à hidup dipenuhi oleh Roh Kudus

Sulit? Jika kita hidup seenak sendiri, seturut hawa nafsu dunia: mabuk2an, bersenang2.
Gampang? Jika kita hidup benar2 takut akan Tuhan, kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Ada anak yang sulit sekali dengar nasihat omongan orang tua. Sehingga perlu orang tua pake pecut barusan dia mengerti apa sih keinginan orang tua-nya. Tapi bahkan ada anak yang sudah bilur semua pake rotan, tetap bebal, tidak mengerti orang tua mau apa. Anak yang mengerti kehendak orang tuanya, sebelum dia melakukan sesuatu, dia pasti akan menatap mata orang tuanya karena dari tatapan orang tuanya dia bisa mengerti apakah orang tuanya setuju dia melakukan hal tersebut ataukah dia harus stop. Sama seperti hubungan kita dengan Tuhan. Banyak-banyak berdoa supaya kita mengerti akan kehendak Tuhan. Saat ini kita memasuki tahun baru, hendaklah kita sebagai anak2 Allah, kita mengerti kehendak Bapa kita di dalam hidup kita. Setelah tahu untuk melangkah pertama, Tuhan tidak mungkin kasih tahu kepada kita 10 langkah ke depan. Tetapi Dia akan buka langkah itu selangkah demi selangkah. Kemarin ini ketika saya nyetir pulang dari SF ke LA, kabutnya tebal sekali. Sehingga saya tidak bisa kelihatan apa yang ada di 100 meter ke depan. Ini adalah pengalaman saya yang pertama. Mengendarai mobil dengan kabut yang sangat tebal. Tetapi saya menyetir pelan-pelan tidak ngebut. Saya jalani apa yang harus saya jalani yang saya bisa lihat jarak dekat. Akhirnya, saya sampai di Fresno dengan selamat. Demikian pula hidup kita ini. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapin di masa mendatang. Tetapi kita cari kehendak Tuhan step by step.

Sebagai orang Kristen yang saleh, bagaimana kita bisa mengerti kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita?
1) TIDAK MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN KEHENDAK TUHAN SECARA MORAL
Ada 3 macam kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita:

* Kehendak Tuhan yang MUTLAK
Ini artinya kehendak Tuhan yang terjadi tanpa ikut campur tangan di pihak kita dan tidak bisa kita tolak. Misalnya: PENCIPTAAN –Tuhan menciptakan dunia dan seisinya itu adalah kehendak Tuhan yang mutlak. Kita hidup diciptakan sebagai pria atau wanita itu adalah kehendak Tuhan. Jangan seperti jaman sekarang, banyak yang sudah diciptakan mutlak sebagai pria, tetapi mau ganti kelamin jadi wanita, atau sebaliknya. KEMATIAN – terserah Tuhan mau panggil kita kapan saja, kita tidak bisa negosiasi sama Tuhan mengenai hari kematian kita. SALVATION –merupakan kehendak Tuhan yang mutlak, setiap orang yang dipilih tidak mungkin bisa lari.

* Kehendak Tuhan secara MORAL
Kehendak Tuhan yang ini ada kaitannya dengan kerja sama manusia. Sudah ditulis di Alkitah supaya kita hidup kudus karena Bapa kita di sorga adalah kudus adanya, tetapi belum tentu kita bisa menjaga kekudusan. Tuhan mau kita mengasihi orang lain seperti diri sendiri, tetapi sering kali kita gagal melakukannya.

* Kehendak Tuhan secara PERSONAL
Kehendak Tuhan yang ini berhubungan erat dengan kehendak Tuhan secara MORAL. Kalo beda, berarti bukan kehendak Tuhan. Contoh:
Ø Ada seorang pendeta berkata kepada seorang gadis bahwa dia bermimpi kalo gadis ini adalah kehendak Tuhan untuk menikah dengan dia. Kemudian gadis ini ketakutan dan pergi ke pendeta yang benar dan bilang ke dia bahwa ada pendeta yang meminang dia dengan alasan kehendak Tuhan berbicara kepada pendeta tersebut. Terus gadis ini berkata “Tapi MuShe, dia sudah ada istri”. Nah! Itu pendeta ngawur mencuplik pake kehendak Tuhan. Ya ini immoral sudah pasti bukan kehendak Tuhan!
Ø Baca Amsal 7, di sana ada cerita seorang wanita menggoda seorang pemuda, dan ketika pemuda ini sudah mau masuk kerumahnya, dia ajak berbuat zinah, wanita ini berkata di ayat 14 “aku harus mempersembahkan korban keselamatan…” Ini wanita gila! Sudah pasti perbuatan ini bukan kehendak Tuhan. Dia tidak bisa membedakan kehendak Tuhan yang suci.
Ø Tuhan sudah memberikan syarat kepada anak2Nya untuk menikah dengan orang yang seiman à oleh karena itu, jangan memilih pasangan menurut bijaksana kita sendiri. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melayani di suatu gereja. Ada seorang pemuda yang sedang pacaran dengan seorang gadis namun tidak lama kira2 3 bulan, putus. Tak lama kemudian ganti pasangan lain. Bagi dia, berpacaran dengan orang yang dia sukai itu benar. Pokoknya saya suka dia suka, ok. Dia tidak mengerti betapa pentingnya mencari kehendak Tuhan di dalam mencari pasangan hidup.
Di sini kita bisa simpulkan bahwa kehendak Tuhan untuk kita secara pribadi tidak luput dari kehendak Tuhan secara moral (within the boundaries of God’s moral will).

Pada tahun 1998, ketika saya sedang mencari kehendak Tuhan, saya membaca Yeremia 43-45, hati saya tersentuh dan saya yakin Tuhan berbicara kepada saya “Tempatmu bukan di Amerika tetapi di Indonesia”. Pada waktu 1998 itu kerusuhan di Indonesia, secara rasional saya tidak bisa terima. Tetapi saya tetap pulang Indonesia. Waktu saya pulang, saya gelap sekali. Namun Tuhan pimpin langkah saya setapak demi setapak. Saya bilang ke istri saya bahwa yang terpenting sebagai hamba Tuhan adalah taat kehendak Tuhan jangan macam2.

2) ADA DAMAI SEJAHTERA
Kolose 3: 15-16 “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Roh Kudus melalui Firman Allah mengharmonikannya dengan kehendak kita. Kalau ada persoalan, terus dipikir pikir sampai tidak bisa tidur, hati-hati! Kemarin ini anak saya sempat bilang bahwa dia kepengen liat salju karena sekian lama di Amerika belum pernah lihat salju turun. Maka kami sudah rencana mau ke Colorado, sudah booking hotel dan semuanya. Satu hari saya bangun pagi sekali tidak bisa tidur, dalam pikiran saya yang ada hanya Colorado terus. Akhirnya saya tanya Tuhan, “Ada apa Tuhan? Kok saya tidak tenang?” Singkat cerita karena ketidak tenangan di hati saya, akhirnya kami batalkan reservation semua. Untung jauh2 hari, masih bisa dibatalkan. Nah hal ini terjadi sebelum saya ke San Francisco. Ternyata waktu saya ke San Francisco, mobil ada masalah, saya harus tinggalkan mobil di Fresno. Saya baru mengerti rencana Tuhan di dalam keadaan seperti ini. Kenapa kami bisa batalin rencana ke Colorado.

3) ADA BIMBINGAN DARI ORANG KRISTEN YANG DEWASA
Kita harus lebih sensitive ketika kita mau bikin rencana, Tuhan menempatkan orang-orang kudus disekitar kita untuk membantu kita, mendoakan kita. Kita harus share kepada mereka untuk minta bantuan doa. Kita menjadi orang Kristen tidak boleh ekslusif. Namun bukan berarti saya menasihatkan anda untuk sharing persoalan ke semua orang. Jangan! Kalo sampai salah sharing, bisa jadi gossip. Kita tidak perlu sampai 100% terbuka mengenai perkara kita. Perlu bijaksana Tuhan, apa yang perlu diucapkan apa yang tidak perlu diucapkan. Dan carilah orang yang dewasa dalam iman, misalnya: hamba Tuhan, penatua, yang sudah keliatan bisa dipegang kepercayaannya. Mungkin dari nasihat mereka Tuhan berbicara pada kita.

4) MELIHAT SITUASI DAN KONDISI YANG ADA
Kita harus sensitive kepada kesempatan dan situasi yang Tuhan telah buka. Jika kehendak Tuhan, Dia pasti buka jalan. Tetapi kalau bukan kehendak Tuhan, Dia akan tutup jalan. Tuhan bisa memakai situasi dan kondisi untuk berbicara kepada kita. Contoh: ada seorang penatua yang berumur 65, dan karena dia sudah cukup lama jadi penatua di suatu gereja, akhirnya dia minta untuk retired dengan alasan selama dia jadi penatua dia seringkali meninggalkan istri dan anak2nya di rumah sendirian sedang dia jarang sekali di rumah. Nah, di masa tuanya dia ingin untuk meluangkan waktu bersama dengan keluarganya. Pada waktu dia ke Singapore, dia bertemu dengan seorang Kristen juga, yang umurnya 55 tahun, baru mempersembahkan hidupnya jadi hamba Tuhan. Tahun depan (umur 56) dia baru akan lulus dan akan melayani di suatu tempat yang sudah ditetapkan. Pada waktu ngobrol2, tiba2 penatua ini di dalam hatinya mulai ada pikiran: orang seperti apakah saya? Pada umur 65 saya sudah mau retire sedangkan teman saya ini umur 55 baru akan melayani. Maka ketika dia pulang, dia mencari pendetanya dan berkata bahwa dia mau menjadi penatua gereja itu lagi dan melayani Tuhan sampai Tuhan panggil dia. Ini kehendak Tuhan!
Bila kita memberikan diri kita pada kehendak Tuhan, makan Tuhan akan bertindak.

Memasuki tahun 2011 ini hendaklah kita benar-benar menaruh kehendak Tuhan sebagai pusat dari kehidupan kita. Apa yang menjadi keinginanmu? Apa yang menjadi prioritas hidupmu? Apa yang menjadi pusat dalam hidupmu? Biarlah kita bisa belajar seperti Musa dalam Keluaran 33:15 “Berkatalah Musa kepadaNya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.”
Mari kita masuki tahun 2011 bersama dengan Tuhan sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Amin.
Resources
 
triangle Article

triangle Agape