 |
 |
|
 |
 |
Articles
About Love |
HARI PERCINTAAN (VALENTINE) (New, Juni 2007)
Author: Saumiman Saud
Posted on: 2007-06-01 11:10:31
|
|
HARI PERCINTAAN (VALENTINE)
Dikisahkan ada dua sejoli Armando dan Monalisa, saat ini mereka sedang saling jatuh hati, (harus saling, supaya tidak disebut bertepuk sebelah tangan) lalu berpacaran sampai saat ini sudah setahun lebih. Memang tidak gampang untuk mendapatkan Monalisa, sebab Armando harus berusaha cukup keras, ternyata teman-teman yang lain juga mau ikut mengambil bagian.. Saat ini mereka selalu berduaan, kalau yang satu ada di gereja, maka pasangannya juga, bila yang satu ada di Super Market, berarti pasangannya juga ada di sana. Berpisah sehari rasanya seperti setahun lamanya. Di dompet, di mobil, di kamar, sudah ada foto sang kekasih, pokoknya “lengket seperti perangko”.
Suatu hari mereka berdua berada di sebuah taman, dalam kesunyian dan kemesraan yang diiringi oleh suara siulan burung gereja. Lalu sang cewek berkata demikian pada si cowok? Bolehkah saya bertanya suatu pertanyaan? Oh, Mengapa tidak, boleh sayangku, tanya saja – mau seribu pertanyaan juga boleh. Lalu Monalisa berkata demikian, berdasarkan pengenalan kita selama ini, dan dengan kesadaran yang penuh, seandainya aku bertanya, apakah engkau sungguh-sungguh dengan pasti mencintaku? Apa jawabmu sayang? Atau ini masih merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan? Kira-kira apa jawaban sang cowok itu? Saya yakin pria itu akan menjawab bahwa dia sungguh-sungguh mencintai. Lalu ada lagi pertanyaan kedua, kira-kira apa yang menjadi alasan kalau engkau cinta padaku? Coba terka apa jawabannya? Saya coba temukan jawaban dari pria itu, mungkin ia akan mengatakan, karena engkau mencintai saya, karena engkau cantik, engkau baik dan sebagainya. Ini sekadar cerita imajiner saya.
Kita tinggalkan dua sejoli di atas, kita lanjutkan dengan yang lain terlebih dahulu . Di depan tadi kita katakana ada orang bilang cinta itu buta, herannya orang buta bisa bercinta. Cinta (love). Kata “Kasih” (cinta) adalah kata yang paling penting dalam bahasa Inggris – maupun dalam bahasa lain, dan kata ini merupakan kata yang paling sering membingungkan orang. Para pemikir rohani maupun sekuler setuju bahwa cinta memainkan peran utama dalam kehidupan, seorang manusia.
Di dunia sekuler, cinta itu merupakan sesuatu kemegahan yang menyemarakkan kehidupan, cinta membuat dunia berputar lambat dan cinta juga membuat dunia berputar cepat. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta lagu, buku, majalah, film diproduksi yang dibumbui dengan cinta. Saya masih ingat ketika film percintaan yang berjudul “Titanic” diputar di Indonesia, hampir setiap hari selama satu bulan lebih bioskop-bioskop itu penuh sesak dengan penonton, antriannya panjang sekali; banyak yang kecewa karena kehabisan tiket.
Di bawah ini kita mau melihat apa latar belakangnya orang-orang memperingati Hari Cinta Kasih ini?
Mengapa tanggal 14 Februari, Hari Valentine begitu penting?
Kalau kita perhatikan lebih lanjut sebenarnya ada dua pendapat mengenai sejarah hari Valentine ini ,yakni; pendapat yang pertama mengatakan, hari Valentine itu berasal dari hari perayaan Lupercalia. Pada jaman Romawi Kuno, masyarakat menyembah dewa Lupercus untuk menjaga ternak-ternak piaraan mereka. Sehingga setiap bulan Februari, masyarakat Romawi menyelenggarakan pesta untuk menyembah dewa ini. Salah satu adat yang biasa dijalani adalah dengan menuliskan nama cewek di selembar kertas dan menempatkannya di dalam sebuah kendi yang besar. Lalu, setiap cowok akan mengambil satu nama dari kendi tersebut. Para cowok dan cewek yang berpasangan kemudian akan terus bersama sampai perayaan Valentine tahun depan.
Pendapat kedua bahwa , hari Valentine berawal dari masa kekuasaan Raja Claudius. Ia menganggap bahwa para cowok yang udah menikah akan menjadi prajurit yang lemah, maka ia melarang pernikahan di daerah kekuasaannya. Pada jaman pemerintahan Raja Claudius ini, hidup seorang pendeta Romawi yang bernama Valentinus. Ia berusaha melawan perintah raja dan secara diam-diam menikahkan pasangan muda yang saling jatuh cinta. Pada akhirnya ia tertangkap dan dipenjarakan. Setelah kematiannya, Valentinus kemudian diangkat menjadi Santo. Meskipun banyak versi mengenai peristiwa ini, namun pada tahun 496 Paus Gelasius menetapkan hari Valentine sebagai hari untuk memperingati Santo Valentinus.
Simbol dan Tradisi di Hari Valentine
Simbol yang paling umum digunakan pada hari Valentine adalah hati. Menurut kepercayaan kuno, hati adalah sumber dari berbagai macam emosi. Kemudian hati dikaitkan hanya dengan emosi cinta. Simbol lainnya adalah bunga mawar merah. Bunga mawar merah ini dipercaya sebagai bunga kegemaran dewi Venus, dewi cinta Romawi. Selain itu, merah merupakan warna yang melambangkan perasaan yang kuat. Maka, sudah menjadi tradisi di hari Valentine orang-orang memberikan bunga Mawar merah pada orang yang dikasihi.
Kain renda tidak jarang juga digunakan sebagai simbol valentine. Dahulu, renda biasanya dipakai untuk membuat saputangan cewek. Ratusan tahun lalu, jika seorang cewek menjatuhkan saputangannya, seorang cowok akan mengambilkan untuknya. Kadang kala, jika seorang cewek melihat cowok yang menarik, ia akan dengan sengaja menjatuhkan saputangannya. Maka kemudian orang-orang akan berpikir tentang keromantisan jika mereka melihat renda.
Jadi, pada mulanya hari Valentine merupakan hari penyembahan kepada dewa Lupercus (versi 1) atau peringatan kepada Santo Valentinus (versi 2). Akan tetapi, seiring dengan perubahan jaman, hari Valentine kemudian bergeser menjadi hari untuk mengungkapkan cinta kepada orang-orang terdekat kita dengan berbagai cara, misalnya dengan memberi bunga mawar, cokelat atau makan malam yang romantis. Menjelang hari Valentine pusat-pusat perbelanjaan mulai meluncurkan produk-produk khas valentine, restoran dan rumah makan menyiapkan menu khusus ‘candle light dinner’ yang romantis. Tak ketinggalan, stasiun televisi dan radio menayangkan acara-acara spesial valentine.
Apa yang dunia bicarakan tentang cinta?
Kata “ I love you” sangat popular sekali, saya yakin semua orang tahu artrinya. Dalam bahasa Indonesia Aku Cinta Kamu, Ich Liebe Dich (Jerman) ,Wo Ai Ni (Mandarin), Kimi o ai shiteru! (Jepang), Dangsinul saranghee yo! (Korea) Te amo! (Spanish), Kulo Tresno kaleh Panjenengan (bahasa Jawa) dan banyak lagi. Para psikolog sependapat bahwa kebutuhan akan cinta merupakan suatu kebutuhan utama (primer). Demi cinta, kita mau mendaki gunung tinggi, demi cinta kita mau menyeberangi lautan, demi cinta kita mau melintasi padang pasir, demi cinta kita mau mengalami penderitaan . Sebaliknya, gara-gara cinta, pegunungan menjadi tidak terdaki, lautan tidak terseberangi, penderitaan menjadi kemalangan hidup.
Cinta membuat bunga bertumbuh mekar, cinta membuat senyum melebar, cinta membuat makanan menjadi enak, cinta membuat tidur nyenyak, cinta membuat orang tidak pelit, cinta membuat semangat untuk belajar; namun sebaliknya cinta juga membuat bunga seakan -akan layu, cinta membuat air mata bercucuran, cinta membuat susah tidur, cinta membuat nilai di sekolah jelek, cinta membuat orang susah konsentrasi kerja, cinta juga yang menyebabkan bunuh diri. Lihat, begitu lihai dan dahsyatnya cinta itu.
Jika kita sepakat bahwa kata cinta atau kasih meresap dalam masyarakat manusia, secara historis maupun masa kini, kita pun harus sependapat bahwa kata tersebut adalah kata yang paling membingungkan. Perhatikanlah, kita mempergunakan cinta dalam seribu satu cara. Kita menyatakan bahwa : I love Ice Cream, I love cats, I love my car, I love my house, I love my Job, I love my wife, I love my book, I love my country dan sebagainya. Kita gunakan cinta untuk benda, untuk makanan, untuk hewan , untuk negara, untuk buku dan untuk sesama kita manusia, bahkan untuk Tuhan kita. Kalau kita belum merasakan kebingungan dengan cinta ini mari kita lihat lagi yang lain. Ketika seorang pria berselingkuh, dia katakan aku cinta pada dia, namun pendeta bilang itu dosa perjinahan. Isteri seorang pecandu Alkohol meneruskan kehidupan rumah tangga bersama suaminya setelah peristiwa mabuk-mabuk, sang isteri bilang ini adalah cinta, tetapi psikolog bilang ini adalah kebergantungan. Orang tua mengikuti apa saja yang diingini oleh anaknya, mereka menyebutnya kasih sayang, namun ahli therapy keluarga bilang ini orang tua yang tidak bertanggung jawab.
Cinta yang ditawarkan oleh dunia nyata, sifatnya sementara: Ketika engkau masih kaya, aku cinta padamu, ketika engkau masih cantik dan tampan, aku cinta padamu, ketika engkau baik pada saya maka aku cinta padamu, Namun pada saat engkau jatuh miskin, maka Sayonara, pada saat engkau tidak cantik lagi , Good bye my love, pada saat engkau jahat padaku maka , Jai Jien (Selamat Tinggal dalam bhs Mandarin)
Orang yang sedang jatuh cinta, mempunyai konsep bahwa kekasihnya tidak pernah berbuat salah. Ibunya bisa melihat kekurangan-kekurangan orang itu, namun yang sedang terbuai cinta tidak melihat apa-apa. Ibunya bilang :” sayang apakah kamu sudah pertimbangkan dengan saksama” , maka yang terbuai mengatakan, “ Mama jangan curiga , dia itu cowok yang satu-satunya paling baik di dunia”. Dahsyatnya cinta itu begitu egois, membuat dunia seakan-akan milik dua orang saja.
Sewaktu saya SMA kelas tiga, saya masih ingat peristiwa 29 Juli 1981, pada waktu itu hari Pernikahan pangeran Charles dari Inggris dengan Putri Diana Spencer. Berita persiapan pernikahan dan sampai hari “H”- nya senantiasa diberitakan secara besar-besaran baik di media cetak maupun Televisi. Semua orang kagum akan kecantikan putri Diana, terutama wajah dan model rambutnya. Dalam waktu yang cukup singkat banyak sekali anak-anak gadis dan sebagian kaum ibu pada waktu itu memotong rambut model putri Diana. Siapa yang tidak kagum, seorang putri kerajaan yang cantik, namun kita lihat apa yang terjadi dengan cinta mereka, ternyata cinta anak manusia ini berakhir dengan sangat tragis.
Impian orang yang sedang dimabuk asmara adalah kebahagiaan yang sangat perfect, bayangannya adalah tidak ada pertengkaran sama sekali, yang ada adalah saling mengasihi saja. Tatkala melihat pasangan lain, penuh persoalan, mereka katakan hal itu tidak akan berlaku bagi kita. Waktu berjalan, tibalah ucapan selamat datang di dunia pernikahan, ternyata tidak seperti yang dibayangkan, kadang perdebatan terjadi hanya karena masalah kecil. Lalu mata kita mulai terbuka, ternyata pasangan kita itu punya kekuatan juga untuk menyakiti kita, sadis juga dia. Sebelumnya ada konsep bahwa kekasihnya yang paling cantik di dunia, namun ternyata ada juga jerawatnya. Ini cinta di dunia, jaraknya sebenarnya adalah bertetangga dekat dengan benci.
Apa yang Tuhan bicarakan tentang Cinta ini ?
Ketika dunia memperingati Hari Valentine, maka dimana-mana bertaburan kata-kata Cinta, dari Super Market, Iklan Surat Kabar, Iklan Televisi sampai pada Tong sampah. Mengapa saya katakan demikian? Dari Super Market, kita temukan bunga, Card Valentine, ada hadiah, ada hiasan-hiasan bernada cinta, yang sebentar lagi akan dibuang ke dalam Tong sampah. Cinta yang sejati semestinya tidak demikian.
Cintah yang Tuhan inginkan dari kita adalah cintah yang sifatnya Luar dan dalam, artinya ketika kita mempraktekkan perbuatan cinta, itu bukan hanya di dalam tingkah laku kita saja, namun juga hati kita. Sebenarnya ketika kita berbicara tentang Cinta, kita diperhadapkan kepada tiga macam cinta yang berbeda, yakni cinta Philia ( Persaudaraan), cinta Eros (Asmara) dan cinta Agape (Tuhan). Cinta yang dari Tuhan adalah cinta yang unconditional, cinta yang tanpa syarat. Kalaupun terpaksa Tuhan memasang syarat, maka syaratnya adalah tanpa syarat. Sering kali kita sebut sebagai cinta “Walaupun”, bukan “karena” “kalau” atau “supaya. (akan dijelaskan pada bab yang lain)
Lihat perbedaan cinta yang ditawarkan dunia dengan cinta ditawarkan Tuhan. etika kita katakan saya cinta pada Ice Cream, itu artinya Ice Cream itu akan dikorbankan, saya akan memakannya. Ketika anda katakan saya cinta minuman itu, maka minuman itu akan dikorbankan, saya akan minum; Namun cinta dari Tuhan justru sebaliknya, ketika Tuhan mengatakan cinta pada kita, maka Ia mengorbankan diri-Nya untuk kita. Lihat di sini perbedaannya?. Kepada pacara atau pasangan kita, hendaknya semangat cintanya berlangsung setiap hari, bukan pada saat hari Valentine seakan-akan cinta sekali, namun harai-hari biasanya ngak cinta.
|
|
|
|
|
 |
|
 |
 |