{"id":168,"date":"2013-02-24T15:23:35","date_gmt":"2013-02-24T23:23:35","guid":{"rendered":"http:\/\/giisd.mudiarto.com\/?page_id=168"},"modified":"2013-02-24T15:23:35","modified_gmt":"2013-02-24T23:23:35","slug":"tata-ibadah","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/tata-ibadah\/","title":{"rendered":"Tata Ibadah"},"content":{"rendered":"<h4>Hukum Yang Terutama<\/h4>\n<p>Kata Yesus: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu<sup>\u00a0<\/sup>, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.\u00a0Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia<sup>\u00a0<\/sup>\u00a0seperti dirimu sendiri.\u00a0Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.&#8221;<\/p>\n<p><em>(Matius 22:37-40)<\/em><\/p>\n<h4>Pujian &#8220;Hormat Diberi&#8221;<\/h4>\n<p>Hymne singkat yang dinyanyikan jemaat setelah doa pembukaan sebagai pujian terhadap Tuhan Tritunggal: Bapa, Putra dan Roh Kudus<\/p>\n<pre>Hormat dib'ri\nbagi Bapa, Anak dan Roh Kudus\nDari mula sampai s'karang dan seterusnya..\nTermulia, Amin, Amin!<\/pre>\n<h4>Doxology<\/h4>\n<p>Hymne singkat, yang dinyanyikan jemaat sebelum doa berkat dan kebaktian selesai, sebagai pujian terhadap Tuhan Tritunggal: Bapa, Putra dan Roh Kudus.<\/p>\n<pre>Puji Allah Bapa, Putra,\nPuji Allah Rohul Kudus,\nKetigaNya yang Esa,\nPohon slamat sumber berkat, AMIN<\/pre>\n<h4>Doa Bapa Kami<\/h4>\n<p>Ini adalah contoh atau pola doa yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, yang tercantum dalam Alkitab.<\/p>\n<pre>Bapa kami yang di sorga,\ndikuduskanlah nama-Mu.\nDatanglah kerajaan-Mu,\njadilah kehendak-Mu,\ndi bumi seperti di sorga.\nBerikanlah kami pada hari ini \nmakanan kami yang secukupnya,\ndan ampunilah kesalahan kami\nseperti kamipun mengampuni orang yang\nbersalah kepada kami.\nDan janganlah membawa kami\nke dalam pencobaan,\ntetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.\nKarena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan\nkuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.\nAmin.\n<\/pre>\n<h4>Sepuluh Hukum<\/h4>\n<p>Sepuluh Hukum adalah kesepuluh hukum di dalam Alkitab yang diberikan Allah kepada bangsa Israel tidak lama setelah keluar dari Mesir. Sepuluh Hukum pada dasarnya adalah ringkasan dari lebih dari 600 perintah yang terkandung dalam hukum Perjanjian Lama. Ke empat hukum pertama berhubungan dengan relasi kita dengan Allah. Ke enam hukum di bagian dua berhubungan dengan relasi kita satu dengan yang lain. Ke sepuluh Hukum dicatat dalam Alkitab dalam Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:6-21 adalah sbb:<\/p>\n<pre>1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.\n2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada\n   di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang\n   ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya\n   atau beribadah kepadanya.\n3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab\n   Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan\n   sembarangan.\n4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.\n5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang\n   diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.\n6. Jangan membunuh.\n7. Jangan berzinah.\n8. Jangan mencuri.\n9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.\n10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya,\n    atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya\n    atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.\n<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukum Yang Terutama Kata Yesus: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu\u00a0, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.\u00a0Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia\u00a0\u00a0seperti dirimu sendiri.\u00a0Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.&#8221; (Matius 22:37-40) Pujian &#8220;Hormat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"class_list":["post-168","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/168\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gii-usa.org\/san\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}