No comments yet

Jehovah Jireh atau Jehovah Dijarah?

Jehovah Jireh atau Jehovah Dijarah?

Ev. Kalvin Budiman

 

“Sahut Abraham: ‘Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku’” (Kejadian 22:8)

Istilah “Jehovah Jireh” artinya adalah “Allah yang akan menyediakan.”  Nama panggilan untuk Allah dalam Perjanjian Lama ini sangat populer di kalangan orang percaya pada zaman sekarang.  Biasanya orang-orang Kristen menyebut-nyebut nama tersebut saat ada dalam situasi yang sulit secara keuangan atau secara ekonomi.  Mereka memakai nama ini untuk menguatkan diri sendiri atau orang lain dengan mengingatkan bahwa Allah adalah Allah yang tidak meninggalkan umat-Nya, yang memelihara mereka dan yang akan mencukupi semua kebutuhan mereka.  Herannya nama yang sangat populer di kalangan orang percaya ini hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Lama, yaitu di ayat kutipan di atas, Kejadian 22:8, di mana sebenarnya sebutan yang Abraham pakai adalah Elohim jireh.  Sebutan ini adalah pernyataan iman Abraham bahwa Allah sendiri akan menyediakan korban bakaran untuk dipersembahkan kepada-Nya.

Karena sebutan Allah yang Jireh hanya muncul satu kali di PL, kita perlu memperhatikan konteks pemakaian sebutan ini dengan sungguh-sungguh supaya pengertiannya tidak menyimpang dari maksud Alkitab.  Sekarang ini sepertinya banyak orang memakai sebutan Jehovah Jireh, tapi konteks pernyataan iman Abraham seringkali dilupakan begitu saja.  Banyak orang berkata, “Jehovah Jireh!” dengan pengertian bahwa “Tuhan akan mencukupi yang aku perlu.” Yang ditekankan adalah “berkat untuk aku.”  Di lagu yang berjudul “Jehovah Jireh” karangan Don Moen bahkan frasa “untukku” (for me) ditekankan berkali-kali, “for me, for me, for me!”  Saya yakin lagu itu bukan bermaksud untuk mengajarkan hidup yang hanya mementingkan diri sendiri.  Tapi dalam kenyataannya hal seperti itulah yang seringkali terjadi di antara orang-orang yang menyebut-nyebut Tuhan sebagai Jehovah Jireh.  Kita menganggap, entah sadar atau tidak, bahwa kita berhak diberkati Tuhan.  Karena Tuhan adalah Jehovah Jireh maka Ia pasti akan memberkati aku.  Segala berkat Tuhan adalah untukku, untukku, dan untukku.  Kalau fokusnya ke diri kita, itu bukan lagi Jehovah Jireh, tapi Jehovah Dijarah!

Mari kita perhatikan baik-baik kata-kata Abraham ketika ia membuat pernyataan iman tentang Elohim Jireh.  Dalam bahasa aslinya tertulis demikian, “Elohim yireh low hasseh leolah…,” yang artinya: “Allah yang Mahatinggi akan menyediakan bagi diri-Nya sendiri seekor domba untuk korban bakaran…” Artinya, yang Allah sediakan untuk Abraham adalah sesuatu (seekor domba) yang Abraham akan pakai sebagai korban bakaran untuk dikembalikan kepada Allah. Pernyataan iman Abaraham tentang Allah yang Jireh ini paling tidak memiliki dua makna:

(1) Makna nubuatan di mana Allah akan menyediakan Yesus Kristus sebagai korban penebusan untuk menggantikan orang berdosa.

(2) Makna rohani sehari-hari untuk kita, di mana jika kita sungguh-sungguh percaya bahwa Allah yang Mahatinggi, Allah yang kita sembah, adalah Allah yang Jireh, maka kita juga harus percaya bahwa yang Tuhan sediakan untuk kita tujuan utamanya bukan untuk kita, tapi sebagai korban untuk kita persembahkan kembali kepada Sang Pemberi, yaitu Tuhan sendiri.  Iman kepada Allah yang Jireh adalah sebuah pernyataan bahwa setiap pemberian yang Tuhan sediakan untuk kita, akan kita kembalikan bagi kemuliaan-Nya!